HomeImun & InfeksiAlergi Bulu Binatang: Pencegahannya

Alergi Bulu Binatang: Pencegahannya

Date:

Alergi Bulu Binatang – Anda sedang bermain-main dengan kucing peliharaan teman Anda, si kucing pun senang dengan belaian kasih sayang yang Anda berikan. Dia mengeong lembut—tanda minta dimanja lebih lama lagi. Tapi, tiba-tiba Anda bersin-bersin, hidung beserta mata Anda mulai berair dan terasa gatal. Bisa jadi, itu adalah reaksi yang timbul karena Anda berada dekat dengan kucing. Bisa jadi Anda alergi bulu kucing.

Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi seputar alergi bulu binatang. Mari perhatikan gejala-gejala umum yang sering terjadi pada alergi bulu binatang. Termasuk cara mengurangi dampaknya, apa sajakah itu?

Alergi Bulu Binatang

Menurut mayoclinic gejala-gejala yang disebutkan di atas merupakan gejala umum dari alergi terhadap hewan peliharaan. Beberapa gejala lain yang ditimbulkan adalah hidung tersumbat, gatal (pada hidung, langit-langit mulut, atau tenggorokan), batuk-batuk, nyeri di wajah, dan bengkak yang berwarna biru di bawah mata.

Memang beberapa gejala alergi bulu kucing—seperti hidung meler dan bersin-bersin, serupa dengan gejala flu. Sehingga kita sulit untuk memastikan apakah gejala ini memang alergi bulu kucing atau flu biasa. Tapi, jika gejala tadi berlangsung lebih dari seminggu, kemungkinan Anda memang menderita alergi ini.

Memang kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang umum dipelihara di Indonesia. Namun selain kucing, beberapa hewan lain juga bisa memicu alergi misalnya; anjing, kelinci, dan hamster.

Sebenarnya, alergi hewan peliharaan tidak hanya disebabkan oleh bulunya. Serpihan kulit, saliva (ludah), maupun urine (air kencing) juga ikut andil dalam memicu alergi. Selain itu, berada dekat-dekat dengan kucing juga dapat membuat asma Anda kambuh.

Beberapa penderita alergi hewan peliharaan juga bisa mengalami masalah pada kulit, jika mengadakan kontak langsung dengan hewan tersebut. Beberapa gejala ini mencakup bercak merah pada kulit yang menonjol, eksem, dan gatal-gatal.

Pencegahan Alergi Bulu Binatang

Lalu, bagaimana cara meminimalisir dampak alergi? Cara yang paling ampuh adalah menghindari sama sekali kontak dengan kucing maupun hewan peliharaan lainnya. Cara ini mungkin terdengar sadis bagi orang yang sangat menyukai hewan peliharaan, dan bisa jadi Anda bertanya, apakah saya bisa memelihara hewan meski punya alergi?

Ya, untuk dapat menikmati kebersamaan dengan hewan peliharaan memang dibutuhkan upaya ekstra, misalnya:

  • Bersikap selektif dalam memilih hewan peliharaan—hindari hewan peliharaan yang berambut atau berbulu. Minimalkan kontak dengan binatang peliharaan! Sebisa mungkin, jaga hewan peliharaan Anda tetap berada di luar rumah. Atau paling tidak, berada di luar kamar tidur Anda.
  • Setelah memegang bulu hewan ada baiknya untuk segera mencuci tangan hingga bersih. Dengan begini, Anda bisa mengurangi alergen (pemicu alergi) di rumah seminimal mungkin.
  • Mandikan hewan peliharaan secara teratur. Gunakanlah pembersih yang dirancang khusus untuk mengurangi kerontokan bulu. Bersihkan kandang hewan, seperti hamster atau burung.
  • Bersihkan rumah sesering mungkin! Disarankan untuk menggunakan vakum karena lebih efektif dari pada sapu. Sapu justru membuat alergen bertebaran di udara.

Meski demikian, upaya ekstra di atas bukanlah jaminan Anda akan terbebas dari reaksi alergi. Jika alergi bulu kucing tetap tidak bisa dihindari, ada baiknya mulai membiasakan diri hidup tanpa kucing kesayangan demi kesehatan Anda.

Demikianlah informasi seputar Alergi bulu binatang yang perlu Anda cermati. Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami –hanya di deherba.com

Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Meniran: Tanaman Liar dengan Potensi Antivirus yang Didukung Riset — Panduan Lengkap

Dalam 3 menit ke depan, kamu akan mengenali satu...

6 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan Tubuh — Didukung Penelitian

Manfaat minum air putih jauh lebih besar dari sekadar...

Panduan Praktis Membuat Minyak Gosok Cap Tawon di Rumah

Panduan Lengkap Cara Membuat Minyak Gosok Seperti Cap Tawon...

Mengenal Reishi: Adaptogen Kuat untuk Energi dan Fokus Optimal Tanpa Kecelakaan Kafein

Reishi, jamur fungsional kuno, kini didukung sains modern. Temukan bagaimana adaptogen ini meningkatkan energi stabil, kejernihan kognitif, dan kesejahteraan menyeluruh.

Terkuaknya Hubungan Mikrobiota Usus, Antibiotik, dan Efek Morfin: Sebuah Revolusi dalam Manajemen Nyeri

Penelitian terbaru mengungkap bagaimana mikrobiota usus memengaruhi efek morfin, terutama saat dimodulasi oleh antibiotik. Pahami peran sumbu usus-otak!

Latest courses: