HomeUmumJet Lag Akibat Perjalanan Jauh

Jet Lag Akibat Perjalanan Jauh

Date:

Kalau suka berpergian dengan pesawat ke luar negeri, tentu Anda sudah sering mengecek perbedaan zona waktu. Perbedaan inilah yang seringkali menimbulkan masalah, karena mungkin saja Anda mengalami gangguan tidur akibat terganggunya jam biologis tubuh. Jika mengalaminya, Anda kemungkinan besar terkena jet lag.

Di dalam tubuh kita terdapat jam biologis yang salah satu fungsinya adalah mengatur kapan waktu untuk tidur dan bangun tidur. Jam ini akan menjadi kacau jika ada aktivitas yang dilakukan di luar kebiasaan, misalnya terlambat tidur atau waktu makan yang tidak teratur.

Nah, kedua hal tersebut sangat mungkin terjadi saat Anda melakukan perjalanan ke zona waktu yang berbeda. Kekacauan jam biologis inilah yang dikenal dengan istilah jet lag.

Meskipun jet lag bersifat sementara, masalah yang ditimbulkannya tetap berpotensi merusak kenyamanan liburan Anda. Semakin banyak zona waktu yang Anda lintasi, semakin besar kemungkinannya Anda mengalami jet lag.

Tubuh membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk menyesuaikan kembali jam biologisnya. Namun, hal ini bergantung pada jumlah zona waktu yang dilalui—artinya jika Anda melintasi 3 zona waktu, butuh 3 hari juga untuk bisa pulih.

Gejala yang Ditimbulkan Jet Lag

Gejala jet lag beragam, Anda mungkin mengalami hanya satu gejala, bisa juga lebih. Gejalanya dapat diuraikan sebagai berikut.

  • Gangguan tidur—seperti insomnia, bangun tidur terlalu awal dan kelebihan tidur.
  • Rasa lelah yang berlebih pada siang hari
  • Kesulitan untuk fokus
  • Masalah pencernaan—seperti sembelit atau diare
  • Nyeri otot
  • Gejala-gejala menstruasi (jika Anda wanita)

Umumnya gejala-gejala ini terjadi setelah hari pertama atau kedua dan akan bertambah parah jika Anda pergi ke lebih dari satu zona waktu berbeda.

Tips-tips mencegah dan mengurangi dampak jet lag

1Atur kembali jam biologis tubuh. Beberapa hari sebelum berpergian, atur jam biologis tubuh agar bisa beradaptasi dengan zona waktu tempat tujuan. Misalnya dengan tidur lebih awal atau lebih larut.

2Minum banyak cairan dan makan sedikit. Minum cairan tambahan selama penerbangan dapat mencegah dehidrasi, tapi hindari atau batasi minuman berakohol dan berkafein. Kedua jenis minuman ini malah memicu dehidrasi dan dapat menyulitkan tidur.

3Jangan minum obat tidur selama penerbangan. Minumlah obat tidur pada tiga malam pertama setelah sampai di tempat tujuan. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan jam biologis tubuh sesuai waktu setempat.

4Ubah rencana sesuai waktu setempat. Sesudah sampai di tempat tujuan, atur kembali jam tangan Anda sesuai waktu setempat. Jangan rencanakan jadwal yang sibuk di hari pertama.

5Sedia melatonin. Penelitian menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu Anda cepat tidur sehingga bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami jet lag. Minum melatonin dalam dosis kecil (0,5 mg) 30 menit sebelum tidur.

Melatonin memiliki efek samping yang mencakup pusing, sakit kepala, hilang nafsu makan, dan mual. Jika Anda ragu, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum memutuskan membawa melatonin.

Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Pilihan Klinik Terbaik Dekat Rumah Anda yang Terafiliasi BPJS

Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi andalan masyarakat...

Gangguan Kepribadian Narsistik, Beda dengan Narsis Biasa?

Narsisme tidak sama dengan gangguan kepribadian narsistik. Seorang yang...

Tes Alergi Kulit, Cara Akurat Cek Alergi Anda

Salah satu cara yang cukup banyak digunakan untuk melakukan...

Kerap Mengalami Serangan Migrain? Coba Konsumsi Suplemen Untuk Mencegah Migrain Ini

Ternyata migrain mungkin untuk mengurangi frekuensi dan intensitas migrain dengan asupan mikronutrisi. Apa saja suplemen untuk mencegah migrain tersebut?

Obat Limpa Bengkak di Apotik yang Mungkin Diresepkan Dokter

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pembengkakan limpa, misalnya...

Latest courses: