HomeHormon & Metabolisme6 Herbal Penambah Berat Badan Alami yang Aman dan Terbukti

6 Herbal Penambah Berat Badan Alami yang Aman dan Terbukti

Date:

Punya tubuh terlalu kurus bisa sama stresnya dengan kelebihan berat badan. Setelah mencoba makan lebih banyak, ngemil sana-sini, bahkan minum susu penambah berat badan, timbangan tetap saja tidak bergerak.

Sebelum menghabiskan jutaan rupiah untuk suplemen yang belum jelas izin edarnya, kenali dulu herbal alami yang bisa membantu. Tanaman obat tertentu terbukti bisa menambah nafsu makan dan berat badan secara sehat.

📌 Poin Utama:

  • Temulawak dan kunyit adalah herbal paling banyak diteliti untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Cek izin BPOM sebelum beli suplemen herbal — pastikan tidak mengandung BKO (Bahan Kimia Obat).
  • Kemangi dan kencur sudah digunakan turun-temurun dalam jamu penambah nafsu makan.
  • Herbal bukan pengganti kalori — tetap butuh asupan gizi seimbang dan latihan beban.
  • Kalau berat badan turun drastis tanpa sebab jelas, segera periksa ke dokter.

Timbangan Tidak Bergerak? Kamu Tidak Sendirian

Kamu sudah coba makan lima kali sehari. Porsi nasi ditambah, lauk diperbanyak, susu protein pun sudah rutin. Tapi angka di timbangan tetap di situ-situ saja.

Rasanya frustrasi, kan? Apalagi kalau di sekitar kamu banyak yang berkomentar, “Kok kurus banget sih?”

Realitanya, menaikkan berat badan tidak semudah membalik telapak tangan. Sama seperti menurunkan berat badan, proses ini juga butuh strategi — bukan sekadar makan lebih banyak.

Faktor genetik, metabolisme yang terlalu cepat, gangguan penyerapan nutrisi, sampai stres bisa jadi penyebab tubuh sulit gemuk. Nah, sebelum buru-buru beli suplemen mahal yang belum tentu aman, ada baiknya kamu kenali dulu opsi herbal yang lebih alami.

Kenapa Berat Badan Sulit Naik Meski Makan Sudah Banyak?

Sebelum ngomongin herbal, yuk pahami dulu kenapa tubuhmu menolak gemuk.

Pertama, metabolisme basal. Beberapa orang terlahir dengan mesin pembakaran kalori yang super cepat. Ibarat mobil dengan mesin boros bensin — sudah isi full tank, eh beberapa jam kemudian sudah mau habis lagi.

Kedua, penyerapan nutrisi yang tidak optimal. Bisa jadi makanan yang kamu makan sebenarnya sudah cukup, tapi usus tidak menyerapnya dengan baik. Ini sering terjadi pada orang dengan sindrom iritasi usus atau gangguan pencernaan kronis.

Ketiga, nafsu makan yang rendah. Ini bisa disebabkan oleh stres, efek samping obat, atau memang kondisi bawaan. Tanpa sinyal lapar yang kuat, kamu tidak akan bisa makan dalam jumlah cukup.

Nah, di sinilah herbal bisa membantu. Beberapa tanaman obat sudah diteliti secara ilmiah mampu merangsang nafsu makan dan memperbaiki penyerapan nutrisi. Tapi tentu saja, tidak semua herbal aman dan legal.

Cek Dulu Izin BPOM: Jangan Sampai Suplemenmu Mengandung BKO

Di Indonesia, suplemen kesehatan — termasuk produk herbal penambah berat badan — wajib terdaftar di BPOM. Badan Pengawas Obat dan Makanan ini memastikan setiap produk aman sebelum beredar. Ini bukan formalitas, lho.

Bayangin, BPOM sudah berkali-kali menarik produk suplemen ilegal yang ternyata mengandung BKO (Bahan Kimia Obat). Zat seperti sibutramine dan steroid sengaja dicampur ke produk “herbal” agar efeknya instan. Padahal, zat ini bisa merusak jantung dan organ vital lainnya.

Menurut Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2023, setiap suplemen kesehatan harus melewati uji keamanan, mutu, dan khasiat sebelum mendapat izin edar. Jadi, kalau kemasan produk tidak mencantumkan nomor izin BPOM, lebih baik kamu skip saja.

Ini berlaku untuk semua produk — entah yang jualan di marketplace, toko herbal, atau yang viral di media sosial. Kalau kamu ingin tahu lebih lengkap soal cara memilih herbal yang aman, baca juga panduan memilih herbal aman kami.

Cara mudah cek legalitas produk:

  • Cari nomor registrasi BPOM di kemasan (format: POM TR/TR… atau POM SD/SD…).
  • Buka situs cekbpom.pom.go.id atau gunakan aplikasi BPOM Mobile.
  • Masukkan nomor registrasi dan lihat apakah produknya terdaftar dan sesuai label.
  • Kalau produk hanya mencantumkan “BPOM” tanpa nomor registrasi yang jelas, patut dicurigai.

Kesimpulannya: herbal boleh alami, tapi bukan berarti otomatis aman. Regulasi ada untuk melindungi kamu sebagai konsumen.

6 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menambah Berat Badan

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling kamu tunggu — daftar herbal yang punya potensi membantu menaikkan berat badan.

Herbal-herbal ini bekerja lewat dua cara utama: meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki pencernaan agar tubuh menyerap nutrisi lebih baik. Sebagian sudah diteliti secara ilmiah, sisanya digunakan secara turun-temurun selama puluhan tahun.

1. Temulawak — Si Emas untuk Nafsu Makan

Kalau kamu besar di Indonesia, nama temulawak pasti tidak asing. Tanaman dengan rimpang kuning oranye ini adalah bintangnya jamu cekok — ramuan tradisional untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Secara ilmiah, temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mengandung minyak atsiri dengan senyawa xanthorrhizol. Senyawa ini bersifat koleretik — artinya merangsang produksi empedu. Saat empedu lancar, pencernaan lemak ikut membaik, lambung lebih cepat kosong, dan sinyal lapar pun muncul.

Studi pada tikus putih di Universitas Katolik Widya Mandala menunjukkan hasil yang menjanjikan. Ekstrak temulawak dosis 560 mg/kg BB selama 30 hari memacu kenaikan berat badan secara signifikan.

Penelitian lain di tahun 2025 membuktikan efektivitasnya pada anak balita dengan berat badan kurang.

2. Kunyit — Lebih dari Sekadar Bumbu Dapur

Kunyit (Curcuma domestica) masih satu keluarga dengan temulawak. Kandungan kurkumin dalam kunyit bukan cuma anti-inflamasi, tapi juga merangsang produksi enzim pencernaan.

Saat pencernaan bekerja optimal, nafsu makan ikut meningkat. Ramuan tradisional Indonesia sudah lama mengandalkan efek ini. Kunyit sering dikombinasikan dengan temulawak dalam jamu penambah nafsu makan yang dijual di pasar-pasar tradisional.

3. Daun Kemangi — Wangi yang Bikin Lapar

Mungkin selama ini kamu cuma kenal kemangi sebagai lalapan sambal. Tapi penelitian di UIN Alauddin Makassar menunjukkan hasil yang menarik. Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) punya potensi meningkatkan nafsu makan dan berat badan pada mencit jantan.

Kemangi mengandung senyawa flavonoid dan minyak atsiri yang membantu proses pencernaan. Aromanya yang khas juga bisa merangsang indra penciuman — dan ini ternyata berkaitan dengan sinyal lapar di otak.

4. Kencur — Si Kecil yang Berkhasiat

Jangan remehkan rimpang mungil satu ini. Kencur (Kaempferia galanga) adalah salah satu komponen utama jamu beras kencur dan jamu cekok. Keduanya secara turun-temurun digunakan untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Secara farmakologis, kencur mengandung minyak atsiri yang bersifat karminatif — membantu mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Perut yang tidak kembung bikin kamu lebih lahap makan.

5. Sambiloto — Pahit Tapi Berkhasiat

Rasanya memang pahit, tapi sambiloto (Andrographis paniculata) punya efek positif pada nafsu makan. Tanaman ini bekerja dengan memicu sekresi enzim pencernaan sekaligus meningkatkan metabolisme.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan kombinasi sambiloto dan temulawak lebih efektif meningkatkan nafsu makan dibandingkan masing-masing tunggal. Ini yang membuat jamu cekok biasanya tidak hanya berisi satu jenis herbal saja.

6. Mengkudu — Si Serbaguna dari Timur

Mengkudu (Morinda citrifolia) mungkin lebih dikenal sebagai herbal untuk imunitas dan tekanan darah. Tapi tanaman ini juga punya efek mendukung penambahan berat badan secara tidak langsung.

Kandungan antioksidan proseronin dalam mengkudu membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan meningkatkan penyerapan nutrisi di usus. Mengkudu juga kaya akan serat yang mendukung kesehatan mikrobiota usus. Bakteri baik ini berperan penting dalam metabolisme dan regulasi nafsu makan.

Mengkudu juga punya skor antioksidan yang tinggi, hampir setara dengan blueberry dan acai. Buat kamu yang susah gemuk karena pencernaan tidak optimal, mengkudu bisa jadi opsi pendamping yang layak dipertimbangkan.

Nah, dari keenam herbal di atas, mana yang cocok untukmu? Semuanya kembali ke kondisi tubuh masing-masing. Kalau masalah utamamu di nafsu makan, temulawak dan kencur bisa jadi pilihan awal. Kalau pencernaan yang bermasalah, kunyit dan mengkudu lebih tepat sasaran.

Hal yang Sering Ditanyakan

Apakah minum jamu penambah nafsu makan langsung bikin gemuk?

Tidak secepat itu. Herbal membantu dari sisi nafsu makan dan pencernaan. Tapi kamu tetap butuh asupan kalori berlebih (surplus) dan latihan beban untuk membangun massa otot. Tanpa dua itu, herbal tidak bisa bekerja sendiri.

Berapa lama herbal mulai menunjukkan efek?

Temulawak dan kunyit biasanya menunjukkan efek pada nafsu makan dalam 1-2 minggu pemakaian rutin. Tapi penambahan berat badan yang sehat — bukan sekadar lemak — butuh waktu lebih lama. Sekitar 1-3 bulan dengan kombinasi pola makan dan olahraga yang tepat.

Apakah semua suplemen herbal penambah berat badan aman?

Tidak. Pastikan produk punya izin edar BPOM. Hindari produk yang mengklaim bisa menaikkan berat badan 5-10 kg dalam seminggu. Klaim seperti ini hampir pasti tidak realistis untuk produk herbal murni. Bisa jadi produknya mengandung BKO atau steroid yang berbahaya.

Apakah anak-anak boleh minum jamu penambah nafsu makan?

Jamu cekok memang secara turun-temurun diberikan pada anak-anak. Tapi dosisnya harus tepat. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anak atau ahli herbal sebelum memberikan suplemen apapun ke anak di bawah 5 tahun.

Situasi yang Butuh Bantuan Medis

Herbal memang membantu, tapi ada kondisi di mana kamu harus segera ke dokter. Jangan tunda kalau mengalami:

  • Berat badan turun drastis lebih dari 5 kg dalam sebulan tanpa perubahan pola makan.
  • Nafsu makan hilang total disertai mual dan muntah berkepanjangan.
  • Gangguan menelan yang bikin kamu tidak bisa makan dengan normal.
  • Riwayat gangguan tiroid, diabetes, atau penyakit autoimun yang belum tertangani.
  • Pertumbuhan terhambat pada anak atau remaja.

Kondisi di atas bisa jadi tanda masalah kesehatan serius — bukan sekadar metabolisme cepat. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya.

Singkatnya…

Menaikkan berat badan memang perjalanan yang butuh kesabaran. Tapi dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa sampai ke sana.

Tiga hal yang bisa kamu bawa pulang dari artikel ini. Pertama, kenali penyebab tubuhmu sulit gemuk — apakah di nafsu makan, pencernaan, atau metabolisme.

Kedua, pertimbangkan herbal alami seperti temulawak, kunyit, atau mengkudu sebagai pendukung — bukan sebagai solusi satu-satunya. Dan ketiga, jangan pernah abaikan izin BPOM. Produk ilegal yang mengklaim hasil instan sering kali membawa risiko lebih besar daripada manfaatnya.

Kalau kamu ingin coba pendekatan herbal untuk menambah berat badan, mengkudu adalah salah satu tanaman yang paling serbaguna. Baca juga artikel kami tentang cara aman memilih produk herbal untuk panduan lengkapnya.

Kandungan antioksidan dalam mengkudu mendukung dua hal penting sekaligus. Pertama, penyerapan nutrisi yang lebih baik. Kedua, sistem imun yang lebih kuat. Dua hal ini penting saat kamu sedang membangun tubuh yang lebih sehat dan berisi.

Referensi

  1. Ardhiani, K. et al. “Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap Peningkatan Berat Badan Tikus Putih Jantan Galur Wistar.” Universitas Katolik Widya Mandala, 2005. Studi preklinis yang menunjukkan ekstrak temulawak dosis 560 mg/kg BB mampu memacu kenaikan berat badan tikus secara signifikan dalam 30 hari.
  2. Nurlaila, S. et al. “Efektivitas Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dalam Meningkatkan Nafsu Makan Anak.” Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2026. Literature review yang mengkonfirmasi efektivitas temulawak untuk meningkatkan nafsu makan pada anak-anak.
  3. Anonim. “Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Peningkatan Nafsu Makan dan Berat Badan Mencit.” Filogeni UIN Alauddin Makassar, 2023. Penelitian preklinis yang membuktikan potensi ekstrak daun kemangi dalam meningkatkan nafsu makan dan berat badan pada hewan uji.
  4. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. “Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Suplemen Kesehatan.” BPOM RI, 2023. Regulasi terbaru yang mengatur standar keamanan, mutu, dan izin edar suplemen kesehatan di Indonesia termasuk produk herbal.
  5. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. “BPOM Kembali Tindak 9 OBA Ilegal Mengandung BKO.” Siaran Pers BPOM, 2025. Rilis resmi BPOM tentang penindakan produk obat bahan alam ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini ditulis dari sudut pandang penulis untuk tujuan informasi serta edukasi kesehatan. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan, pengobatan, konsumsi obat, maupun tindakan medis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, maupun dampak yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Fery Irawan
Fery Irawan
Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Gula Darah Susah Terkendali? Ini 10 Hal yang Wajib Dilakukan Penderita Diabetes

Diabetes tipe 2 terjadi saat sel tubuh mulai kebal...

Panduan Gejala Diabetes: untuk Kamu yang Sering Haus dan Lelah

Sering haus, bolak-balik ke toilet, dan gampang lelah tanpa...

Panduan Vitamin D untuk Gula Darah: Kamu yang Berisiko Diabetes

Vitamin D sering dianggap sekadar vitamin untuk tulang, padahal...

7 Langkah Aman agar Gula Darah Tinggi Lebih Terkendali

Gula darah tinggi adalah kadar glukosa yang melewati target...

Yang Jarang Disadari tentang Perut Buncit — dan Cara Mengatasinya

Perut buncit bukan cuma soal baju jadi sesak. Ini...

Latest courses: