HomeImun & InfeksiJika Ingin Terlihat Langsing, Ikuti Cara Mengurangi Lemak di Perut Ini

Jika Ingin Terlihat Langsing, Ikuti Cara Mengurangi Lemak di Perut Ini

Date:

Semua orang punya lemak di perut, bahkan orang yang perutnya rata atau berotot sekalipun. Mungkin pernyataan tadi cukup mengejutkan, tapi kenyataannya memang demikian. Lemak perut adalah sesuatu yang normal. Hanya saja, punya terlalu banyak lemak perut bisa berakibat buruk pada kesehatan. Simak cara mengurangi lemak di perut dalam artikel ini.

Sebagian lemak Anda berada tepat di bawah kulit. Sebagian lemak yang lain berada di bagian-bagian dalam tubuh—sekitar jantung, paru-paru, hati, dan organ-organ lainnya—yang disebut lemak visceral. Lemak di bagian dalam tubuh inilah yang bisa jadi masalah besar, bahkan pada orang yang kelihatan kurus.

Memiliki terlalu banyak lemak visceral meningkatkan risiko Anda menderita tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, demensia, kanker payudara, dan kanker usus besar. Salah satu jenis lemak visceral ialah lemak yang terdapat di bagian dalam perut.

4 Langkah untuk Mengurangi Lemak di Perut

Terdapat setidaknya 4 cara mengurangi lemak di perut: olahraga, diet, cukup tidur, dan pengendalian stres.

Olahraga: Olahraga berat dapat memangkas semua jenis lemak, termasuk lemak visceral. Lakukan setidaknya 30 menit olahraga intensitas sedang 5 hari dalam seminggu. Yang paling mudah dilakukan ialah olahraga jalan cepat, asalkan itu cukup membuat Anda berkeringat, bernapas lebih cepat, dan jantung berdetak lebih kencang.

Diet: Tidak ada diet mujarab untuk mengurangi lemak di perut. Tapi jika Anda kehilangan berat badan karena diet, yang paling pertama kelihatan berubah biasanya adalah lemak di perut. Mengonsumsi serat pangan yang cukup merupakan ide diet yang bagus. Ini bisa diwujudkan dengan makan 2 buah apel kecil atau semangkuk kacang hijau setiap hari. Cobalah untuk memulai hari dengan sarapan roti yang berserat tinggi, misalnya roti gandum.

Tidur: Mendapatkan waktu tidur malam yang cukup dapat berpengaruh pada lingkar perut Anda. Dalam sebuah penelitian, orang yang tidur rata-rata 6-7 jam dalam semalam memiliki lebih sedikit lemak visceral dibandingkan mereka yang tidur 5 jam/kurang atau lebih dari 8 jam per malam dalam jangka waktu 5 tahun.

Stres: Setiap orang pasti pernah stres. Tapi yang terpenting ialah bagaimana cara Anda menghadapi stres. Beberapa cara menghadapi stres yang terbaik ialah dengan bersantai sejenak bersama teman, keluarga, atau menikmati waktu santai sendirian, berolahraga, dan menyingkirkan beban pikiran dengan curhat. Bagaimanapun caranya, jika Anda berhasil menemukan cara terbaik untuk menghadapi stres, hal ini membuat Anda lebih sehat dan mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik, termasuk dalam memilih makanan.

Tidak semua orang bisa menerapkan seluruhnya dari 4 cara mengurangi lemak perut diatas. Jika Anda tidak mampu melakukan semuanya, upayakanlah cara yang paling pertama—yakni olahraga. Olahraga bisa memberikan manfaat yang paling langsung terasa efeknya, karena olahraga mengurangi lemak tubuh sekaligus tingkat stres Anda.

Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Meniran: Tanaman Liar dengan Potensi Antivirus yang Didukung Riset — Panduan Lengkap

Dalam 3 menit ke depan, kamu akan mengenali satu...

6 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan Tubuh — Didukung Penelitian

Manfaat minum air putih jauh lebih besar dari sekadar...

Panduan Praktis Membuat Minyak Gosok Cap Tawon di Rumah

Panduan Lengkap Cara Membuat Minyak Gosok Seperti Cap Tawon...

Mengenal Reishi: Adaptogen Kuat untuk Energi dan Fokus Optimal Tanpa Kecelakaan Kafein

Reishi, jamur fungsional kuno, kini didukung sains modern. Temukan bagaimana adaptogen ini meningkatkan energi stabil, kejernihan kognitif, dan kesejahteraan menyeluruh.

Terkuaknya Hubungan Mikrobiota Usus, Antibiotik, dan Efek Morfin: Sebuah Revolusi dalam Manajemen Nyeri

Penelitian terbaru mengungkap bagaimana mikrobiota usus memengaruhi efek morfin, terutama saat dimodulasi oleh antibiotik. Pahami peran sumbu usus-otak!

Latest courses: