Kolesterol dan trigliserida sering muncul bersama dalam hasil pemeriksaan darah. Namun, keduanya bukan zat yang sama, jadi apa sebenarnya trigliserida itu?
Trigliserida adalah jenis lemak yang paling banyak terdapat dalam tubuh. Tubuh mendapatkannya dari makanan dan juga membentuknya di hati. Lemak ini berfungsi sebagai cadangan energi.
Setelah kamu makan, usus memecah lemak, menyerap asam lemak, lalu menyusun kembali trigliserida. Tubuh membawanya dalam kilomikron, yaitu partikel pengangkut lemak dari usus melalui darah.
Hati juga membentuk trigliserida dan mengirimkannya melalui VLDL (very-low-density lipoprotein). VLDL adalah partikel pembawa trigliserida dari hati menuju jaringan tubuh.
Di pembuluh darah, enzim lipoprotein lipase memecah trigliserida dalam kilomikron dan VLDL. Otot memakai asam lemaknya sebagai energi. Jaringan lemak menyimpan sisanya untuk dipakai nanti.
Kalori yang tidak segera kamu butuhkan dapat disimpan sebagai trigliserida dalam sel lemak. Mekanisme ini normal, kok, tetapi masalah muncul saat kadarnya terlalu tinggi.

Makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan lemak jenuh dapat ikut menaikkan trigliserida. Kurang bergerak, berat badan berlebih, alkohol, diabetes, serta faktor genetik juga dapat berperan.
Kadar trigliserida tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga kamu memerlukan pemeriksaan darah untuk mengetahuinya. American Heart Association mengaitkan kadar tinggi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, tubuh tetap membutuhkan trigliserida dalam jumlah normal untuk energi dan penyimpanan bahan bakar. Jadi, tujuannya bukan menghilangkan trigliserida, melainkan menjaga kadarnya.
Apa Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol?
Trigliserida dan kolesterol sama-sama termasuk lipid, yaitu kelompok zat lemak dalam tubuh. Karena tidak larut dalam darah, keduanya diangkut oleh partikel lipoprotein.
Meski mirip, fungsi utamanya berbeda. Trigliserida terutama menyimpan energi, sedangkan kolesterol membentuk membran sel, hormon tertentu, dan asam empedu. Perbandingan lengkap bisa kamu baca dalam artikel tentang perbedaan trigliserida dan kolesterol.
| Kolesterol | Trigliserida |
|---|---|
| Kolesterol dipakai untuk membentuk membran sel, hormon tertentu, dan asam empedu. | Trigliserida terutama disimpan dalam sel lemak sebagai cadangan energi. |
| Kadar LDL yang tinggi dapat mendorong penumpukan plak pada pembuluh darah. | Kadar sangat tinggi dapat meningkatkan risiko pankreatitis atau peradangan pankreas. |
Nah, penyebab trigliserida tinggi tidak hanya makanan berlemak. Gula, tepung olahan, alkohol, dan kelebihan kalori juga berpengaruh. Kenali juga berbagai penyebab trigliserida tinggi agar langkah perbaikannya lebih tepat.
Faktor keturunan memang tidak dapat diubah, tetapi kamu masih bisa mengelola faktor lain. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan penurunan berat badan dapat membantu menurunkan kadarnya.
Batasi gula tambahan, minuman manis, karbohidrat olahan, alkohol, dan lemak jenuh. Pilih sayur, biji-bijian utuh, serta sumber lemak tak jenuh. Panduan cara menurunkan trigliserida membahas langkah praktisnya.
Kalau hasil pemeriksaanmu tinggi, diskusikan dengan dokter, ya. Dokter dapat menilai penyebab, risiko lain, dan kebutuhan obat. Jangan menghentikan atau mengganti obat tanpa arahan tenaga kesehatan.
⚠️ Disclaimer: Artikel ini ditulis dari sudut pandang penulis untuk tujuan informasi serta edukasi kesehatan. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan, pengobatan, konsumsi obat, maupun tindakan medis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, maupun dampak yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.
Referensi
- Li, X., et al. “New insights into the role of dietary triglyceride absorption in obesity and metabolic diseases.” Frontiers in Pharmacology, 2023. Ulasan ini menjelaskan pencernaan, penyerapan, penyusunan kembali trigliserida, dan pembentukan kilomikron di usus.
- Miller, M., et al. “Triglycerides and cardiovascular disease: a scientific statement from the American Heart Association.” Circulation, 2011. Pernyataan ilmiah ini membahas hubungan trigliserida dengan risiko kardiovaskular serta penilaian kadarnya.
- Byrne, A., et al. “Optimizing Non-Pharmacologic Management of Hypertriglyceridemia.” Archives of Medical Research, 2017. Ulasan ini mendukung peran pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan dalam menurunkan trigliserida.

