HomeJantung & Pembuluh DarahApa Sebenarnya Lemak Itu?

Apa Sebenarnya Lemak Itu?

Date:

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa lemak dan kolesterol tidak sama. Lalu, apa sebenarnya lemak itu? Lemak adalah zat gizi yang tetap dibutuhkan tubuh. Menurut MedlinePlus, tubuh memerlukan lemak dalam makanan, asal jumlah dan jenisnya tepat.

Secara umum, lemak bisa berasal dari hewan atau tumbuhan. Lemak dari tumbuhan sering disebut lemak nabati dalam makanan sehari-hari. Nah, perbedaan sumber ini ikut memengaruhi jenis lemak yang masuk ke tubuhmu.

Lemak hewani biasanya mengandung kolesterol. Sementara itu, lemak nabati mengandung fitosterol dan lebih banyak asam lemak tak jenuh. Fitosterol adalah senyawa alami tumbuhan yang strukturnya mirip kolesterol.

Lemak dari hewan biasanya berbentuk padat. Lemak nabati lebih sering berbentuk cair, seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Karena itu, pembahasan tentang jenis-jenis lemak penting sebelum kamu menilai semua lemak sebagai musuh makanan sehari-hari.

Banyak orang menganggap lemak selalu berbahaya. Padahal, tidak selalu begitu, lho. Lemak bisa membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Namun, dalam jumlah seimbang, lemak punya manfaat penting bagi tubuh.

Apa Manfaat Lemak bagi Tubuh?

Sebagai zat gizi, lemak adalah sumber energi paling padat bagi tubuhmu. Setiap gram lemak menyediakan 9 kalori. Jumlah ini lebih besar daripada kalori dari karbohidrat dan protein.

Lemak juga membantu tubuh menyerap vitamin A, D, E, dan K. Vitamin ini larut dalam lemak, bukan air. Artinya, tubuhmu butuh lemak agar vitamin itu bisa diserap dengan baik.

Dengan bantuan lemak, sel-sel tubuhmu juga bisa dibangun dan bekerja lebih baik. Lemak ikut menyusun membran sel, yaitu lapisan pelindung yang mengatur keluar-masuknya zat ke dalam sel.

Contohnya, lemak membantu menyelimuti sel saraf. Selubung ini membuat pesan dari saraf bergerak lebih cepat dan rapi di tubuhmu. Jadi, lemak tidak cuma soal berat badan, kan?

Tubuh juga memakai lemak untuk membuat hormon. Salah satunya prostaglandin, yaitu senyawa mirip hormon yang membantu mengatur tekanan darah, denyut jantung, sistem saraf, dan pembekuan darah.

Lemak juga berperan menjaga kulit, rambut, dan organ penting. Ginjal, hati, serta organ reproduksi membutuhkan dukungan lemak agar tetap terlindungi dan bekerja normal setiap hari.

Selain itu, lemak berfungsi seperti bantalan bagi organ vital. Otak, ginjal, jantung, dan usus lebih terlindungi saat terjadi benturan ringan. Lemak juga membantu tubuh tetap hangat.

Masalah biasanya muncul saat asupan lemak jenuh atau lemak trans terlalu banyak. American Heart Association menjelaskan bahwa lemak jenuh dan trans dapat menaikkan kolesterol LDL. Kamu bisa membaca kaitannya dengan makanan pemicu kolesterol agar pilihan makan lebih terarah.

Penelitian Wang dan Hu juga menegaskan bahwa mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan jantung. Jadi, fokusnya bukan menghindari semua lemak. Yang penting adalah memilih sumber lemak yang lebih sehat.

Kalau kalori yang masuk tidak langsung dipakai, tubuh dapat menyimpannya sebagai trigliserida. Trigliserida adalah bentuk simpanan lemak dalam darah dan jaringan. Penjelasan lengkapnya ada di artikel Deherba tentang apa itu trigliserida.

Intinya, lemak tetap dibutuhkan tubuh. Pilihlah sumber lemak yang lebih sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan minyak nabati. Batasi gorengan, makanan ultra-proses, serta lemak trans sebisa mungkin.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini ditulis dari sudut pandang penulis untuk tujuan informasi serta edukasi kesehatan. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan, pengobatan, konsumsi obat, maupun tindakan medis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, maupun dampak yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Referensi

  1. MedlinePlus. “Dietary Fats.” MedlinePlus, 2024. Sumber ini menjelaskan fungsi lemak dalam pola makan serta perbedaan lemak sehat dan lemak yang perlu dibatasi.
  2. American Heart Association. “Fats in Foods.” American Heart Association, 2024. Panduan ini mendukung penjelasan bahwa jenis lemak berbeda dapat memberi dampak berbeda pada kadar kolesterol.
  3. Wang, D. D., et al. “Dietary Fat and Risk of Cardiovascular Disease: Recent Controversies and Advances.” Annual Review of Nutrition, 2017. Review ini menjelaskan bahwa mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  4. Kim, Y., et al. “Association between dietary fat intake and mortality from all-causes, cardiovascular disease, and cancer.” Clinical Nutrition, 2021. Meta-analisis ini membahas hubungan jenis asupan lemak dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Apakah Makanan Berserat Itu?

Makanan berserat adalah makanan yang mengandung serat pangan. Serat...

Apa Saja Jenis-Jenis Lemak ?

Jenis-jenis lemak umumnya dibagi menjadi lemak jenuh, lemak tidak...

Yang Jarang Disadari dari Lemak dan Kolesterol Makanan

Lemak dan kolesterol dalam makanan tidak langsung masuk ke...

Panduan Risiko Kolesterol Tinggi: Siapa Perlu Waspada?

Risiko kolesterol tinggi tidak hanya dimiliki orang yang sering...

4 Fakta Jus Noni untuk Jantung Koroner yang Perlu Kamu Tahu

Pernah nggak sih kamu merasa dada berat tiba-tiba? Padahal...

Latest courses: