HomeJantung & Pembuluh DarahApakah Makanan Berserat Itu?

Apakah Makanan Berserat Itu?

Date:

Makanan berserat adalah makanan yang mengandung serat pangan. Serat pangan — yaitu bagian dari tanaman yang tidak dicerna tubuh — tidak diserap seperti karbohidrat, protein, atau lemak.

Karena tidak dicerna, serat tidak menghasilkan energi atau kalori besar bagi tubuh. Tapi jangan salah, serat tetap punya peran penting dalam pencernaan dan metabolisme.

Serat banyak ditemukan pada buah, sayur, kacang-kacangan, padi-padian, agar-agar, dan gandum. Kalau kamu ingin contoh yang dekat, beras merah sebagai sumber serat bisa jadi pilihan sehari-hari.

Serat akan bergerak dari usus halus menuju usus besar lewat gerak peristaltik. Peristaltik — yaitu gerakan alami usus yang mendorong makanan — membantu sisa makanan keluar lebih teratur.

Manfaat Makanan Berserat

Makanan berserat baik dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Manfaatnya terutama terasa pada pencernaan, kadar kolesterol, berat badan, dan gula darah. Nah, apa saja manfaat makanan berserat itu?

Mencegah Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika seseorang sulit mengeluarkan kotoran atau feses. Kalau berlangsung lama, sembelit bisa mengganggu kerja tubuh dan membuat perut terasa tidak nyaman.

Serat membantu mencegah sembelit karena mampu menyerap air saat melewati saluran pencernaan. Ukuran feses jadi lebih besar, teksturnya lebih lunak, dan lebih mudah dikeluarkan.

Dengan begitu, kotoran tidak menumpuk terlalu lama di dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan serat mendukung kesehatan usus lewat pengaruhnya pada bakteri baik dan proses pencernaan.

Namun, asupan serat perlu diimbangi dengan air yang cukup. Kalau kamu kurang minum, serat justru bisa memperparah konstipasi atau rasa tidak nyaman di usus.

Membantu Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Jantung Koroner

Makanan berserat, terutama serat larut, dapat membantu mengikat kolesterol dari makanan. Efek ini bisa membantu menurunkan penumpukan kolesterol dalam saluran darah.

Berkurangnya penumpukan kolesterol dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Beberapa ulasan ilmiah juga mengaitkan asupan serat dengan kadar kolesterol dan kontrol metabolik yang lebih baik.

Mencegah Kanker Usus

Bila kotoran menumpuk terlalu lama, bakteri jahat lebih mudah berkembang. Dinding usus juga bisa lebih mudah teriritasi oleh sisa zat yang seharusnya dibuang.

Serat membantu memperlancar keluarnya kotoran, jadi waktu kontak sisa makanan dengan dinding usus lebih singkat. Ini dapat membantu menjaga lingkungan usus tetap lebih sehat.

Meski begitu, serat bukan satu-satunya faktor pencegah kanker usus. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan medis tetap penting, lho.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Makanan tinggi serat biasanya membuat kamu kenyang lebih lama. Ini terjadi karena serat memperlambat pengosongan lambung dan membantu mengendalikan nafsu makan.

Belum lagi, banyak makanan berserat alami biasanya lebih rendah lemak. Jika sedang mengatur berat badan, kamu juga bisa melihat pilihan makanan pengganti nasi saat diet yang lebih mengenyangkan.

Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Makanan kaya serat biasanya mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini lebih lambat dicerna dan diserap oleh tubuh.

Proses penyerapan yang lebih lambat membantu mencegah lonjakan gula darah yang drastis. Karena itu, makanan berserat bisa membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.

Buah juga bisa menjadi sumber serat yang praktis. Misalnya, pisang mengandung serat dan mudah dimasukkan ke menu harian.

Apakah Suplemen Serat Aman Dikonsumsi?

Ilustrasi Apakah Suplemen Serat Aman Dikonsumsi?
Apakah Suplemen Serat Aman Dikonsumsi?

Sekarang, banyak suplemen serat dijual di pasaran. Perlukah kita mengonsumsinya? Sebenarnya, dengan pola makan yang tepat, kamu tidak selalu memerlukan suplemen serat.

Suplemen serat memang dapat membantu memenuhi kekurangan serat. Namun, penggunaannya perlu hati-hati karena bisa memicu kembung, dehidrasi, atau sumbatan usus bila tidak disertai cukup air.

Karena itu, bila kamu memakai suplemen serat, ikuti petunjuk penggunaannya. Minum air lebih banyak juga penting agar serat bekerja dengan baik.

Cara yang paling aman dan mudah tetap berasal dari makanan alami. Jadi, biasakan makan sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam porsi yang sesuai, ya.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini ditulis dari sudut pandang penulis untuk tujuan informasi serta edukasi kesehatan. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan, pengobatan, konsumsi obat, maupun tindakan medis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, maupun dampak yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Referensi

  1. Kaczmarczyk, M. M., et al. “The health benefits of dietary fiber: beyond the usual suspects of type 2 diabetes, cardiovascular disease and colon cancer.” Metabolism, 2012. Ulasan ini menjelaskan kaitan serat pangan dengan pencernaan, kolesterol, gula darah, dan kesehatan usus.
  2. Lattimer, J. M., et al. “Effects of Dietary Fiber and Its Components on Metabolic Health.” Nutrients, 2010. Artikel ini membahas efek serat larut dan tidak larut terhadap rasa kenyang, kolesterol, serta kontrol metabolik.
  3. Ioniță-Mîndrican, C.-B., et al. “Therapeutic Benefits and Dietary Restrictions of Fiber Intake: A State of the Art Review.” Nutrients, 2022. Review ini membantu menjelaskan manfaat serat sekaligus batas kehati-hatian saat memakai suplemen serat.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Apa Sebenarnya Lemak Itu?

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa lemak dan...

Apa Saja Jenis-Jenis Lemak ?

Jenis-jenis lemak umumnya dibagi menjadi lemak jenuh, lemak tidak...

Yang Jarang Disadari dari Lemak dan Kolesterol Makanan

Lemak dan kolesterol dalam makanan tidak langsung masuk ke...

Panduan Risiko Kolesterol Tinggi: Siapa Perlu Waspada?

Risiko kolesterol tinggi tidak hanya dimiliki orang yang sering...

4 Fakta Jus Noni untuk Jantung Koroner yang Perlu Kamu Tahu

Pernah nggak sih kamu merasa dada berat tiba-tiba? Padahal...

Latest courses: