HomeSaraf & OtakFibromialgia: Penyakit Apa Itu?

Fibromialgia: Penyakit Apa Itu?

Date:

Fibromialgia adalah penyakit yang ditandai oleh nyeri yang meluas di otot, ligamen, tendon, dan jaringan lunak. Gejala ini juga disertai rasa kelelahan, gangguan tidur, gangguan ingatan, serta ketidakstabilan mood.

Riset menunjukkan bahwa penyakit ini memperkuat rasa sakit dengan mengubah sinyal rasa sakit (neurotransmitters) di otak. Perubahan sinyal ini melibatkan kenaikan kadar zat kimia tertentu pada otak. Ini menyebabkan reseptor sinyal rasa sakit pada otak menjadi lebih sensitif—artinya yang tadinya hanya sakit sedikit jadi luar biasa sakitnya.

Perlu diingat

 

Meskipun orang yang mengalami fibromialgia merasakan nyeri di otot, tetapi ini bukan penyakit otot. Fibromialgia merupakan gangguan pada sistem saraf.

Banyak yang mengira fibromialgia bukanlah suatu penyakit, bisa jadi Anda berpendapat serupa dan ini dapat dimaklumi. Biasanya suatu penyakit bisa langsung disembuhkan dengan obat tertentu. Namun, obat pasti yang dapat menyembuhkan penyakit fibromialgia tergolong langka. Juga tidak ada diagnosis pasti untuk penyakit ini.

Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria, dan umumnya terjadi pada usia paruh baya. Fibromialgia juga bersifat genetika, artinya Anda lebih beresiko terkena penyakit ini jika ada anggota keluarga yang juga menderitanya.

Untuk lebih jelasnya, gejala fibromialgia dijabarkan sebagai berikut.

  • Nyeri yang meluas di otot, ligamen, tendon, dan jaringan lunak yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
  • Merasa Kelelahan meski sudah cukup tidur, seringkali bangun dengan rasa lelah. Tidurnya pun tidak tenang, karena diganggu oleh rasa nyeri dan ada beberapa penderitanya juga mengalami gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah maupun apnea tidur.
  • Adanya titik-titik nyeri di berbagai bagian tubuh—artinya sedikit tekanan saja dapat menimbulkan rasa nyeri pada titik ini.
  • Masalah-masalah lainnya. Tidak sedikit juga yang mengalami sakit kepala, sindrom iritasi usus, dan nyeri panggul. Ada juga yang merasa cemas dan mengalami depresi.

Gejala fibromialgia dapat bervariasi bergantung pada cuaca, tingkat stres, aktivitas fisik, atau usia, dan mulai timbul jika Anda pernah mengalami trauma, cedera fisik, operasi, atau infeksi.

Tips Mengurangi Gejala Fibromialgia

 

Meskipun obat atau tindakan medis (operasi) yang bisa menyembuhkan tergolong langka, ada banyak cara untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Misalnya; mengurangi aktivitas pemicu stres, cukup istirahat, olahraga teratur, pelajari teknik relaksasi, serta mencari dukungan orang lain yang mungkin bisa membantu Anda.

Belum diketahui penyebab pasti penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin terlibat. Faktor-faktor ini mencakup:

  • Genetika (keturunan). Anda cenderung terkena fibromialgia jika ada anggota keluarga yang juga menderitanya.
  • Infeksi. Beberapa infeksi tampaknya dapat memicu atau memperburuk fibromialgia. Contohnya infeksi virus Epstein-Barr, parvovirus, dan hepatitis tipe C.
  • Trauma fisik atau emosi.
  • Sakit rematik. Kalau Anda punya sakit rematik (contohnya radang sendi), akan lebih riskan terkena fibromialgia.
Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Obesitas Bikin Otak Lemot? Jangan Sepelekan Koneksi Usus-Otakmu

Penelitian terbaru menunjukkan probiotik Clostridium butyricum dapat memperbaiki fungsi kognitif pada individu obesitas dengan memodulasi jalur mikrobiota-usus-otak. Pelajari lebih lanjut!

Terobosan Baru: ‘Indra Neurobiotik’ Ungkap Komunikasi Usus-Otak dan Potensi Atasi Obesitas

Penelitian terbaru memperkenalkan 'indra neurobiotik', menunjukkan mikrob usus memengaruhi fungsi otak secara langsung, membuka jalan baru pengobatan obesitas.

Koneksi Usus-Otak: Bagaimana Probiotik Pediococcus acidilactici Membantu Mengatasi Stres Kronis

Pelajari bagaimana Pediococcus acidilactici, probiotik spesifik, berpotensi membantu mengelola stres kronis dengan memodulasi koneksi usus-otak yang kuat.

Sulit Fokus Kerja? Tingkatkan Konsentrasimu dengan Herbal Pilihan Ini!

Semakin ke sini semakin banyak orang merasa sulit untuk...

Adakah Cara Menyembuhkan Saraf Kejepit di Leher?

Saraf kejepit di leher bisa sangat membatasi aktivitas. Anda...

Latest courses: