HomeImun & InfeksiMengapa Kita Berkeringat? Inilah 8 Penyebab Keringat Menetes

Mengapa Kita Berkeringat? Inilah 8 Penyebab Keringat Menetes

Date:

Semua orang berkeringat—hanya saja alasan mereka berkeringat tidak sama dan seberapa banyak keringat yang dikucurkan juga tidak sama. Beberapa orang mungkin bisa terlihat basah kuyup hanya gara-gara berlari beberapa langkah, sementara yang lain seolah-olah bisa bolak-balik berlari mengelilingi lapangan tanpa berkeringat sedikitpun. Artikel ini akan menjelaskan beberapa penyebab keringat menetes yang hampir pasti menyebabkan siapapun berkeringat.

Panas dan Kelembapan

Berkeringat adalah cara tubuh Anda untuk mendinginkan diri. Ketika temperatur memanas, jutaan kelenjar keringat kecil di kulit Anda diaktifkan dan keringat akan keluar melalui pori-pori. Seraya keringat menguap, tubuh akan mendingin. Anda tidak dapat mencegah keringat keluar di saat udara panas. Untuk mencegah keringat berlebihan dan menimbulkan bau badan, gunakanlah deodoran antiperspiran. Kenakanlah pakaian yang berbahan tipis atau menyerap keringat.

Olahraga Berat

Berolahraga mengaktifkan sistem pemanasan internal tubuh. Saat Anda menghentak-hentakkan lengan dan kaki, suhu tubuh pun meningkat. Berkeringat adalah cara tubuh untuk menyingkirkan kelebihan panas tersebut. Jika tidak ingin basah kuyup, pilihannya yakni dengan berolahraga dalam ruangan atau berolahraga di pagi atau sore hari.

Gejolak Emosi yang Kuat

Semua emosi—dari amarah, senang, sampai stres—dapat menjadi penyebab keringat menetes. Situasi emosional seringkali memicu kelenjar keringat di telapak tangan maupun kaki untuk lebih aktif. Inilah alasannya mengapa tangan Anda sering basah saat bertemu orang yang disukai atau ketika menjalani wawancara kerja. Untuk membantu menjaga ketiak Anda tetap kering selama situasi yang menegangkan, gunakanlah deodoran antiperspiran.

Makanan Panas dan Pedas

Makanan pedas memicu reaksi yang sama terhadap panas pada kulit Anda, itulah sebabnya mengapa Anda sering menyeka dahi dan bawah hidung ketika asyik makan nasi goreng pedas. Bahkan hanya sekadar minum kopi panas dapat membuat seseorang berkeringat, karena kafein juga bisa menstimulasi kelenjar keringat.

Sakit

Demam adalah salah satu cara tubuh untuk memerangi infeksi penyakit. Ketika demam mereda dan sakit yang diderita menghilang, suhu tubuh Anda perlahan akan kembali normal—sekitar 37 derajat C. Dan karena temperatur badan Anda masih beberapa derajat lebih tinggi dari suhu normal, badan akan berkeringat untuk mendinginkan diri. Bukan hanya demam yang menjadi penyebab berkeringat, penyakit lain yang memicu keringat adalah diabetes, angina, dan kanker.

Nikotin

Saat merokok, nikotin yang terhirup menyebabkan tubuh melepaskan zat kimiawi yang disebut asetilkolin. Zat ini menstimulasi kelenjar keringat. Dengan ini, bertambah satu lagi alasan Anda untuk segera berhenti merokok disamping banyak dampak buruk lainnya dari merokok.

Kehamilan dan Menopause

Selama kehamilan, perubaha kadar hormon meningkatkan peredaran darah yang sedikit menaikkan suhu tubuh. Pada masa menopause, penurunan estrogen akan memengaruhi suhu internal tubuh mungkin Anda lebih sering berkeringat dibanding sebelum menopause.

Obat-Obatan

Beberapa obat, misalnya ibuprofen, bisa membuat Anda berkeringat untuk membantu meredakan demam. Obat lainnya, seperti obat antidepresan, penurun tekanan darah, serta beberapa obat diabetes, dapat menyebabkan Anda banyak berkeringat.

Setelah membaca 8 penyebab keringat menetes ini, sudahkah Anda mengetahui dengan jelas apa yang sering menyebabkan Anda berkeringat?

Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Meniran: Tanaman Liar dengan Potensi Antivirus yang Didukung Riset — Panduan Lengkap

Dalam 3 menit ke depan, kamu akan mengenali satu...

6 Manfaat Minum Air Putih untuk Kesehatan Tubuh — Didukung Penelitian

Manfaat minum air putih jauh lebih besar dari sekadar...

Panduan Praktis Membuat Minyak Gosok Cap Tawon di Rumah

Panduan Lengkap Cara Membuat Minyak Gosok Seperti Cap Tawon...

Mengenal Reishi: Adaptogen Kuat untuk Energi dan Fokus Optimal Tanpa Kecelakaan Kafein

Reishi, jamur fungsional kuno, kini didukung sains modern. Temukan bagaimana adaptogen ini meningkatkan energi stabil, kejernihan kognitif, dan kesejahteraan menyeluruh.

Terkuaknya Hubungan Mikrobiota Usus, Antibiotik, dan Efek Morfin: Sebuah Revolusi dalam Manajemen Nyeri

Penelitian terbaru mengungkap bagaimana mikrobiota usus memengaruhi efek morfin, terutama saat dimodulasi oleh antibiotik. Pahami peran sumbu usus-otak!

Latest courses: