HomeJantung & Pembuluh DarahJutaan Orang Meninggal Akibat Serangan Jantung

Jutaan Orang Meninggal Akibat Serangan Jantung

Date:

Serangan jantung terjadi saat aliran darah ke otot jantung tersumbat. Kondisi ini jadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Artikel ini membahas enam langkah yang bisa menekan risikonya, sesuai panduan Kemenkes dan standar WHO.

📌 Poin Utama:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun.
  • Sembilan faktor yang bisa diubah menjelaskan lebih dari 90 persen risiko serangan jantung pertama.
  • Kemenkes merangkum cara mencegahnya dalam panduan CERDIK, dari cek rutin sampai kelola stres.
  • Kebiasaan kecil yang konsisten memberi hasil lebih besar daripada perubahan ekstrem sesaat.

Jutaan Orang Meninggal Setiap Tahun, Padahal Risikonya Bisa Ditekan

Hampir satu dari tiga kematian di dunia berasal dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 17,9 juta orang meninggal setiap tahun karena kelompok penyakit ini.

Lebih dari empat dari lima kematian itu disebabkan serangan jantung dan stroke. Di Indonesia, jantung iskemik menyumbang sekitar 14,38 persen dari total kematian.

Kabar baiknya, sebagian besar risikonya bisa kamu tekan. Studi INTERHEART yang melibatkan lebih dari 27.000 orang di 52 negara menemukan sembilan faktor risiko yang bisa diubah.

Faktor-faktor itu menjelaskan lebih dari 90 persen risiko serangan jantung pertama. Mulai dari rokok dan tekanan darah tinggi sampai kebiasaan makan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan RI merangkum cara menekan faktor risiko ini dalam panduan CERDIK. Isinya enam kebiasaan: cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Nah, enam kebiasaan itu bisa kamu mulai satu per satu. Mulai dari yang paling dasar, yaitu mengenali angka-angka penting di tubuhmu.

6 Kebiasaan yang Menjaga Jantung Sesuai Panduan Kemenkes

Kamu tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Pilih satu kebiasaan dulu, jalankan konsisten sebulan, lalu tambah yang berikutnya.

Infografis Jutaan Orang Meninggal Akibat Serangan Jantung
6 Kebiasaan yang Menjaga Jantung Sesuai Panduan Kemenkes

1. Cek Kesehatan Rutin Setiap Tahun

Tekanan darah tinggi sering muncul tanpa gejala. Tapi diam-diam, kondisi ini menggerus arteri dan otot jantung.

Karena itu, cek tekanan darah jadi langkah pertama. Pelajari hubungan hipertensi dan gangguan fungsi jantung supaya kamu tahu apa yang perlu diwaspadai.

Angka normalnya di bawah 120/80. Kalau hasilmu konsisten 140/90 atau lebih, itu sudah masuk hipertensi dan perlu ditangani.

Selain tekanan darah, cek juga gula darah dan kolesterol setahun sekali. Panduan pemeriksaan kolesterol membantumu dari persiapan sampai membaca hasil.

2. Jauhi Rokok dan Asapnya

Rokok adalah salah satu musuh terbesar jantung. Zat-zat di dalam asapnya merusak dinding pembuluh darah.

Kerusakan itu mempercepat penumpukan plak, yaitu endapan lemak yang mempersempit aliran darah. Plak yang menumpuk bisa memicu penyumbatan mendadak.

Berhenti merokok memang tidak mudah. Tapi risiko serangan jantung mulai turun begitu kamu berhenti, dan terus menurun seiring waktu.

Perokok pasif juga berisiko, lho. Asap rokok orang lain di rumah atau tempat kerja tetap membahayakan jantungmu.

3. Rajin Aktivitas Fisik 150 Menit per Minggu

WHO menganjurkan minimal 150 menit aktivitas sedang setiap minggu untuk orang dewasa. Kamu bisa membaginya jadi 30 menit sehari, lima hari seminggu.

Pilih yang kamu suka: jalan cepat, bersepeda santai, atau berenang. Mulai dari 10 menit dulu kalau belum terbiasa, lalu tambah perlahan.

Selingi juga latihan kekuatan seperti senam atau angkat beban ringan. Anjurannya dua kali seminggu, kok.

4. Diet Seimbang: Kurangi Garam, Perbanyak Sayur

WHO menganjurkan garam tidak lebih dari 5 gram sehari, kira-kira satu sendok teh. Gorengan, mi instan, dan makanan kemasan sering membuat asupanmu melewati batas ini.

Perbanyak sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan. Kurangi gorengan dan lemak jenuh secara bertahap.

Isi piringmu dengan warna yang beragam. Semakin banyak warna dari sayur dan buah, semakin lengkap nutrisinya.

5. Istirahat Cukup: Tidur 7 Sampai 9 Jam

Kurang tidur membuat tekanan darah naik dan gula darah sulit stabil. Dua kondisi itu langsung membebani jantung.

Orang dewasa butuh 7 sampai 9 jam tidur setiap malam. Coba tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.

Tubuh menyukai rutinitas, jadi jaga jam tidurmu sebaik mungkin. Kalau sering sulit tidur, batasi kafein setelah sore.

6. Kelola Stres dengan Cara Sederhana

Stres yang berlangsung lama membuat tubuh terus memproduksi hormon kortisol. Kortisol, yaitu hormon yang naik saat tertekan, bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Cara paling murah untuk meredakan stres adalah bergerak. Jalan santai 15 menit setelah kerja sering cukup untuk menurunkan ketegangan.

Ngobrol dengan orang yang kamu percaya juga membantu. Batasi alkohol dan begadang karena keduanya membuat jantung bekerja lebih keras.

Enam kebiasaan ini saling menguatkan, jadi jalani sebanyak yang kamu bisa. Nah, banyak orang juga mencari dukungan herbal untuk jantung. Sejauh apa buktinya?

Herbal untuk Menjaga Jantung: Rosela, Seledri, dan Mengkudu

Ada beberapa tanaman yang secara tradisional dipakai untuk mendukung kesehatan jantung. Tiga di antaranya cukup sering jadi bahan pembahasan.

Bunga rosella punya bukti paling kuat. Dua tinjauan sistematis menemukan teh rosella membantu menurunkan tekanan darah.

Satu tinjauan menganalisis 13 uji klinis dengan 1.205 peserta. Tekanan sistolik mereka turun rata-rata 6,67 mmHg dibanding plasebo.

Kalau penasaran, 10 manfaat bunga rosella sudah dirangkum lengkap di artikel lain.

Seledri sudah lama dipakai turun-temurun untuk membantu tekanan darah. Bukti ilmiahnya belum sekuat rosella, tapi tetap layak dipertimbangkan.

Mengkudu menarik karena kandungan scopoletin dan antioksidannya. Scopoletin, yaitu senyawa alami dalam buah mengkudu, diteliti karena pengaruhnya pada pembuluh darah.

Buah ini juga dipakai turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Penelitian modernnya masih berjalan, jadi posisinya lebih sebagai pendamping.

Kalau kamu sedang minum obat tekanan darah, pengencer darah, atau obat jantung lainnya, bicarakan dulu dengan dokter. Beberapa tanaman bisa berinteraksi dengan obat.

Jadi, apa pun pilihanmu, posisi herbal tetap sebagai pendamping. Lalu, kapan jantung butuh penanganan darurat?

Tanya Jawab Seputar Serangan Jantung

Apakah serangan jantung selalu diawali nyeri dada?

Tidak selalu. Nyeri dada memang gejala yang paling umum. Tapi sebagian orang justru merasa sesak, lemas, atau mual.

Perempuan, lansia, dan penderita diabetes lebih sering mengalami keluhan samar seperti ini.

Sejak kapan sebaiknya mulai cek tekanan darah rutin?

Setelah masuk usia dewasa, biasakan cek minimal setahun sekali. Kalau ada riwayat hipertensi di keluarga, lakukan lebih sering.

Bisakah herbal menggantikan obat dari dokter?

Tidak. Herbal hanya mendukung, bukan mengganti. Jangan berhenti minum obat jantung atau tekanan darah tanpa bicara dengan dokter.

Kalau orang tuamu pernah kena serangan jantung, apakah kamu pasti ikut kena?

Tidak pasti. Riwayat keluarga memang menambah risiko. Tapi faktor yang bisa diubah, seperti rokok dan tekanan darah, tetap lebih menentukan.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Kenali tanda-tanda serangan jantung berikut. Semakin cepat ditangani, semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan.

  • Nyeri dada seperti ditindih atau terbakar, berlangsung lebih dari 15 menit.
  • Nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung.
  • Sesak napas mendadak, kadang tanpa disertai nyeri dada.
  • Keringat dingin, mual, dan lemas yang tidak biasa.

Kalau tanda-tanda ini muncul, jangan menunggu. Hubungi nomor darurat 119 atau minta seseorang mengantarmu ke IGD (instalasi gawat darurat) terdekat. Jangan menyetir sendiri.

Intinya soal Menekan Risiko Serangan Jantung

Enam kebiasaan dari panduan CERDIK Kemenkes adalah fondasi terkuat. Isinya cek rutin, jauhi rokok, rajin gerak, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Standar WHO mengarah ke hal yang sama: 150 menit aktivitas per minggu dan garam maksimal 5 gram sehari.

Kalau kamu mencari dukungan herbal, mengkudu adalah pilihan yang paling serbaguna. Buah ini sudah dipakai turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.

Kandungan antioksidannya termasuk yang paling banyak diteliti. Mulai dari satu kebiasaan kecil hari ini, lalu tambah kebiasaan lain bulan depan.

Referensi

  1. World Health Organization. “Cardiovascular diseases (CVDs).” WHO Fact Sheet. Menyebutkan sekitar 17,9 juta kematian per tahun akibat penyakit kardiovaskular.
  2. World Heart Federation. “Cardiovascular Disease (CVD).” World Heart Federation. Mengutip perkiraan WHO bahwa hingga 80 persen serangan jantung dan stroke bisa dicegah.
  3. Kementerian Kesehatan RI. “Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer.” Kemenkes RI. Data Riskesdas menunjukkan tren penyakit jantung yang meningkat dari 0,5 persen (2013) menjadi 1,5 persen (2018).
  4. Yusuf S, et al. “Effect of potentially modifiable risk factors associated with myocardial infarction in 52 countries (the INTERHEART study): case-control study.” The Lancet, 2004. Studi pada lebih dari 27.000 orang; sembilan faktor risiko yang bisa diubah menjelaskan lebih dari 90 persen risiko serangan jantung pertama.
  5. Ellis LR, et al. “A systematic review and meta-analysis of the effects of Hibiscus sabdariffa on blood pressure and cardiometabolic markers.” Nutrition Reviews, 2022. Tinjauan sistematis yang menganalisis efek bunga rosella terhadap tekanan darah dan penanda kardiometabolik.
  6. Abdelmonem M, et al. “Efficacy of Hibiscus sabdariffa on Reducing Blood Pressure in Patients With Mild-to-Moderate Hypertension: A Systematic Review and Meta-Analysis of Published Randomized Controlled Trials.” Journal of Cardiovascular Pharmacology, 2022. Meta-analisis 13 uji klinis dengan 1.205 peserta; tekanan sistolik turun rata-rata 6,67 mmHg dibanding plasebo.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini ditulis dari sudut pandang penulis untuk tujuan informasi serta edukasi kesehatan. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan, pengobatan, konsumsi obat, maupun tindakan medis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, maupun dampak yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Fery Irawan
Fery Irawan
Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Jangan Tunggu Sampai Sesak, Kenali 5 Penyebab Jantung Bengkak

Jantung bengkak atau kardiomegali adalah kondisi ketika ukuran jantung...

Panduan Senam Jantung: Gerakan, Durasi, dan Batas Aman

Senam jantung adalah latihan aerobik berirama yang membuat jantung...

Panduan Omega 3: dari Ikan Lokal sampai Suplemen

Omega 3 adalah asam lemak tak jenuh yang tidak...

Jangan Asal Pilih Rumah Sakit Jantung Sebelum Tahu Cara Menilainya

Memilih rumah sakit untuk masalah jantung bukan soal mencari...

Panduan 5 Penyebab Sakit Jantung yang Aneh: untuk Kamu yang Merasa Sehat

Sakit jantung sering dibayangkan datang dari gorengan dan kurang...

Latest courses: