HomeNutrisi & DietFungsi Jalan Kaki untuk Diet, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?

Fungsi Jalan Kaki untuk Diet, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan?

Date:

Berapa Lama Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan?

Sudah jelas ada fungsi jalan kaki untuk diet. Tapi sekarang pertanyaannya, berapa lama jalan kaki untuk menurunkan berat badan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention seseorang yang berat badannya 70 kg akan membakar 280 kalori per jam berjalan kaki dengan kecepatan sedang (5,6 km/jam) dam 460 kalori per jam berjalan kaki dengan kecepatan tinggi (7,2 km/jam).

Berapa lama jalan kaki untuk menurunkan berat badan? Studi yang dimuat Diabetes Spectrum Vol. 30 No. 3 menunjukkan bahwa kita perlu berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama minimal 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu. Hasilnya akan lebih baik kalau mampu berjalan kaki lebih lama dan dengan kecapatan lebih tinggi.

Saat berjalan kaki dengan tujuan untuk mengurangi berat badan, upayakan untuk berjalan dengan kecepatan yang membuat napas dan detak jantung lebih cepat, daripada hanya berjalan santai.

Tapi pastikan kita menetapkan tujuan yang masuk akal sesuai kondisi kita masing-masing. Meskipun kecepatan lebih tinggi hasilnya lebih baik, tidak ada salahnya memulai dengan kecepatan yang sesuai dengan kondisi kebugaran kita saat ini. Lalu secara perlahan tingkatkan durasi dan intensitas jalan kaki seiring dengan meningkatnya kebugaran.

Pengalaman Menurunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki

Adakah pengalaman yang membuktikan bahwa jalan kaki efektif untuk menurunkan berat badan? Ya ada, dan pasti banyak. Namun yang akan disoroti di artikel ini adalah pengalaman menurunkan berat badan dengan jalan kaki dari para peserta studi ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti dari California State University. (Sumber: Doctoral Projects Vol. 99)

Sebanyak 30 peserta adalah pasien dari sebuah klinik di kota Clovis, Kalifornia, yang dikategorikan memiliki berat badan berlebih atau obesitas (Indeks Massa Tubuh 25 sampai 35) dan mengidap diabetes tipe 2 (hasil tes A1c di atas 6,5). Mereka adalah pria dan wanita berusia 40 sampai 50 tahun.

Mereka melakukan jalan kaki 30 menit per hari selama 4-5 hari dalam seminggu dalam waktu 3 bulan. Dari 30 peserta, sebanyak 16 orang melaporkan bahwa mereka jalan kaki 5 hari per minggu (Senin-Jumat), dan 14 orang 4 hari per minggu (Senin-Kamis) selama masa penelitian.

Data yang diperoleh para peneliti kemudian dianalisis dengan uji t-testing. Di samping memeriksa efek jalan kaki terhadap penurunan berat badan dan gula darah, studi ini juga memeriksa perbedaan hasil antara orang yang berjalan 4 hari per minggu dengan yang berjalan 5 hari per minggu.

Silakan lanjutkan ke halaman selanjutnya untuk membaca bagaimana hasil dari pengalaman ke-30 peserta ini.

Cindy Wijaya
Cindy Wijaya
Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk deherba.com. Tinggal di “kota hujan” Bogor sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Bijak Sarapan, Ini 5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Penting untuk memperhatikan apa yang kita konsumsi pertama kali...

5 Manfaat Selenium untuk Tubuh, Penting untuk Tiroid Sampai Sistem Imun

Selenium mungkin tidak begitu terkenal jika dibandingkan mineral lain...

Micin Bisa Diganti dengan Apa? Ini 4 Pilihan Penyedap Rasa Alami

Banyak orang enggan menggunakan micin sebagai penyedap rasa, bisa...

Mengapa Kita Tidak Boleh Mengonsumsi MSG Terlalu Banyak?

MSG, atau yang sering disebut “micin”, adalah salah satu...

Daripada Diet Ketat, Ini 5 Cara Aman Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Terlalu cepat menurunkan berat badan melalui diet ketat seringnya...

Latest courses: