HomeJantung & Pembuluh DarahKenali Penyebab Gagal Jantung Kongestif dan Perawatannya

Kenali Penyebab Gagal Jantung Kongestif dan Perawatannya

Date:

Gagal jantung kongestif atau Congestive Heart Failure (CHF) adalah keadaan di mana jantung tidak dapat memompa darah secara maksimal agar dapat disalurkan ke seluruh tubuh yang memerlukan.

Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit yang melemahkan atau menyebabkan kekakuan pada otot-otot jantung dan penyakit-penyakit yang meningkatkan permintaan oksigen diluar kemampuan jantung untuk memberikannya.

Berbagai penyakit seperti hemochromatosis atau amyloidosis dapat menyebabkan otot jantung menjadi kaku dan mengganggu fungsi jantung. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan juga dapat mengakibatkan penebalan jantung (hypertrophied).

Semua hal tersebut dapat menjadi pemicu gagal jantung kongestif. Gagal jantung kongestif dapat berakibat buruk pada organ-organ tubuh. Otot-otot jantung yang melemah mungkin tidak mampu mensuplai darah yang cukup ke ginjal.

Akibatnya, fungsi ginjal untuk mengekskresi garam (sodium) dan air terganggu sehingga tubuh menahan lebih banyak cairan. Paru-paru mungkin menjadi padat dengan cairan. Kondisi ini dikenal dengan istilah pulmonary edema.

Cairan juga mungkin terkumpul dalam hati, dengan demikian mengganggu kemampuannya untuk menghilangkan racun-racun dari tubuh dan menghasilkan protein-protein penting.

Usus-usus mungkin menjadi kurang efisien dalam menyerap nutrisi-nutrisi dan obat-obat. Ya, jika tidak dirawat, gagal jantung kongestif yang memburuk akan mempengaruhi setiap organ dalam tubuh yang tentu saja mengancam kehidupan.

Apa Saja Gejala Gagal Jantung Kongestif?

Gagal jantung kongestif terjadi dalam beberapa tahap. Pada awalnya, penderita gagal jantung kongestif akan mengalami kelelahan, lemas, dan sakit ketika penderita beraktivitas cukup berat.

Celakanya, gejala gagal jantung kongestif semacam ini sering diabaikan sehingga tidak terdeteksi lebih awal karena dianggap tidak berbahaya. Tahap selanjutnya, penderita gagal jantung kongestif mencapai tingkat lanjut yaitu jantung berdebar secara cepat dan tidak normal.

Orang tersebut tidak dapat lagi melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Jika merasa lelah sedikit saja, maka palpitasi akan terjadi. Maka, orang yang mengalami gagal jantung akan lebih sering menghabiskan waktu di tempat istirahat.

Berikutnya, akan terjadi pembengkakan (edema) di pergelangan-pergelangan kaki atau perut karena penimbunan cairan di dalam tubuh akibat gagal jantung kongestif dan di malam hari, penderita akan lebih sering buang air kecil.

Jika cairan berakumulasi dalam paru-paru, penderita akan mengalami sesak napas, terutama selama olahraga/latihan dan ketika berbaring rata. Pada beberapa kasus, pasien bisa jadi terbangun di malam hari karena sesak napas.

Bila cairan terkumpul dalam hati dan usus maka akan menyebabkan mual, nyeri perut, dan nafsu makan yang berkurang. Pengidap gagal jantung kongestif juga akan merasakan sakit luar biasa serta ketidakmampuan menjalankan kegiatan sehari-hari dan gejala-gejala yang menyertai gagal jantung kongestif akan semakin meningkat intensitasnya.

Bagaimana perawatannya? Perawatan gagal jantung kongestif diberikan berdasarkan situasi dan kondisi pasien. Pada tahap pertama, penderita gagal jantung kongestif diberi obat penghambat ACE.

Obat ini berfungsi untuk memperbesar pembuluh darah dan membantu lancarnya aliran darah. Jika penderita juga mengalami tekanan darah tinggi, ia akan diberi Beta blockers untuk mengontrol tekanan darah.

Selain obat-obat kimia tersebut, beberapa tanaman obat dapat membantu Anda yang mengalami gagal jantung kongestif diantaranya Noni Juice dan Sarang Semut. Kedua herbal tersebut dapat membantu mengatasi gejala-gejala gagal jantung kongestif. Pelajari lebih jauh tentang mengkudu di panduan utama kami.

Mekanismenya ialah dengan menyehatkan pembuluh darah yang menyempit dan melancarkan peredaran darah serta dengan merevitalisasi sel-sel jantung yang mungkin rusak.

Jika obat-obatan medis dan herbal tidak lagi dapat mengatasi gangguan gagal jantung kongestif, operasi dan transplantasi jantung merupakan pilihan terakhir bagi kehidupan Anda.

Fery Irawan
Fery Irawan
Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

6 Manfaat Olahraga yang Terbukti di Penelitian

Manfaat olahraga bukan cuma badan lebih bugar. Enam efeknya...

Jangan Sepelekan Makanan Pemicu Kolesterol Sebelum Cek Darah

Kolesterol tinggi jarang muncul karena telur atau udang, kok....

Panduan Risiko Kolesterol Tinggi: Siapa Perlu Waspada?

Risiko kolesterol tinggi tidak cuma milik orang bertubuh besar,...

Jangan Abaikan Kolesterol Anak Sebelum Terlambat

Kolesterol tinggi bukan lagi penyakit orang dewasa. Anak pun...

Panduan Pemeriksaan Kolesterol: dari Persiapan sampai Baca Hasil

Pemeriksaan kolesterol itu sederhana: darahmu diambil sedikit, lalu kadar...

Latest courses: