HomeHormon & MetabolismeLingkungan dan Asal-Usul Meningkatkan Faktor Resiko Diabetes Melitus

Lingkungan dan Asal-Usul Meningkatkan Faktor Resiko Diabetes Melitus

Date:

Berbagai penelitian yang diadakan di berbagai negeri menunjukkan beberapa hal yang bisa meningkatkan faktor resiko penyakit diabetes melitus.

Sebuah penelitian yang diadakan di Kanada mendapati bahwa orang yang tinggal di lingkungan yang kondusif untuk berjalan kaki biasanya memiliki kemungkinan yang lebih kecil mengalami penyakit diabetes.

Kaitannya tentu sangat masuk akal. Dengan berjalan kaki, tentu mereka menghindari kecenderungan mengalami peningkatan berat badan, dan dengan demikian lebih kecil kemungkinannya mengalami diabetes melitus.

Penelitian tersebut dilakukan di Ontario selama lima tahun, yaitu dari tahun 2005 sampai 2010. Para peserta penelitian mencakup orang-orang yang tidak mengalami diabetes melitus di awal penelitian, dan salah satu variabel yang diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal mereka.

Pada akhir periode penelitian, para ilmuwan mendapati bahwa orang-orang yang hidup di lingkungan yang tidak mendukung para penghuninya untuk melakukan gerak jalan memiliki faktor resiko menjadi penderita diabetes 32 persen lebih tinggi dibandingkan para penghuni di lingkungan yang kondusif untuk melakukan gerak jalan.

Dr. Ethan Berke, profesor di Geisel School of Medicine di Dartmouth, Hanover, New Hampshire, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian tersebut mengatakan tentang topik diabetes melitus ini kepada kantor berita Reuters, ”Penyebabnya masih belum pasti, mengingat lingkungan yang mendukung untuk gerak jalan itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, entah itu pengaruh dukungan dari masyarakat atau sarana yang mendukung, atau aktifitas fisik yang disertai dengan makanan yang sehat.”

Dr. Gillian Booth, penulis dan peneliti diabetes melitus dari RS St. Michael’s di Toronto, juga mengatakan, ”Kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita merancang lingkungan kita dan mempertimbangkan apa dampaknya bagi kesehatan kita.

Penelitian lain juga mengungkapkan tentang lebih besarnya kemungkinan penyakit diabetes melitus ini di kalangan orang-orang kulit hitam dan orang Asia. Penemuan dari hasil penelitian tersebut sangat melegakan.

Meskipun latar belakang etnis seseorang dapat menjadi faktor meningkatnya resiko diabetes melitus, ternyata penyakit diabetes dapat dicegah.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan latar belakang Asia Selatan, Afrika, dan Afrika-Karibia lebih rentan mengalami diabetes melitus tipe 2, namun penyebabnya masih belum pasti.

Para peneliti tersebut mengambil data dari penelitian SABRE (Southall and Brent Revisited) yang didanai oleh Wellcome Trust and British Heart Foundation dan dilakukan selama jangka waktu 20 tahun. Para pesertanya mencakup orang-orang berusia 40 hingga 69 yang, sejak pencatatan tahun 1988, belum memiliki sejarah diabetes melitus.

Dr. Therese Tillin dari National Heart and Lung Institute di Imperial College London mengatakan, “Melalui penelitian ini, kita bisa memahami apa kaitan antara perbedaan etnis dengan resiko diabetes dan kita juga jadi lebih sadar pentingnya untuk mendeteksi dan mencegah diabetes melitus sejak awal pada orang-orang berusia paruh baya dari etnis minoritas.”

Dr. Tillin kemudian menambahkan, ”Kabar baiknya adalah bahwa diabetes dapat dicegah jika gejala-gejala awal telah disadari sejak dini.” Maka, bagaimana kita bisa mencegahnya, atau mengatasinya jika telah mengalaminya?

Buah Noni adalah ahlinya dalam mengatasi diabetes. Para ahli kesehatan bahkan memasukkannya sebagai menu makanan diabetes. Kandungannya yang paling mujarab untuk diabetes melitus antara lain xeronin. Informasi terlengkap tentang mengkudu ada di artikel panduan kami.

Alkaloid yang terdapat dalam Noni juice ini dapat mengaktifkan membran sel periferal pada reseptor insulin sehingga membantu penyerapan glukosa intraselular dan memperbaiki kerusakan metabolisme karbohidrat pada reseptor akhirnya.

Selain itu, pada penderita diabetes, Noni juice juga dapat membantu mengatasi komplikasi yang timbul akibat diabetes melitus itu sendiri. Misalnya, karena mengandung bermacam-macam mikronutrien, vitamin, mineral esensial, dan asam amino, Noni juice dapat membantu penyembuhan gangren dan poli-neuropati akibat diabetes mellitus.

Ya, meski faktor penyebabnya banyak, penyakit ini masih dapat dicegah dan diatasi dengan menggunakan pemberian alam bagi manusia. Entah Anda penderita diabetes melitus atau memiliki faktor resiko yang tinggi, Anda dapat merasakan manfaat dari mengonsumsi Noni juice.

Fery Irawan
Fery Irawan
Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

Book a 1-on-1
Call Session

Want Patrick's full attention? Nothing compares with a live one on one strategy call! You can express all your concerns and get the best and most straight forward learning experience.

Related articles:

Gula Darah Susah Terkendali? Ini 10 Hal yang Wajib Dilakukan Penderita Diabetes

Diabetes tipe 2 terjadi saat sel tubuh mulai kebal...

Panduan Gejala Diabetes: untuk Kamu yang Sering Haus dan Lelah

Sering haus, bolak-balik ke toilet, dan gampang lelah tanpa...

Panduan Vitamin D untuk Gula Darah: Kamu yang Berisiko Diabetes

Vitamin D sering dianggap sekadar vitamin untuk tulang, padahal...

7 Langkah Aman agar Gula Darah Tinggi Lebih Terkendali

Gula darah tinggi adalah kadar glukosa yang melewati target...

6 Herbal Penambah Berat Badan Alami yang Aman dan Terbukti

Punya tubuh terlalu kurus bisa sama stresnya dengan kelebihan...

Latest courses: